Home Ekonomi Persiapan Lebaran, PLN Pacu Pembangunan SPKLU Mobil Listrik Sepanjang Jalur Mudik

Persiapan Lebaran, PLN Pacu Pembangunan SPKLU Mobil Listrik Sepanjang Jalur Mudik

Jakarta, Gatra.com - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya terus membangun fasilitas untuk mobil listrik untuk persiapan mudik lebaran. Fasilitas tersebut berupa pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik.

"Saat ini sudah lebih dari 600 SPKLU dan ini tumbuh menjamur (di mana-mana)," ujar Darmawan dalam konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (10/3).

Menurutnya, upaya menyediakan fasilitas mudik untuk penggunaan kendaraan listrik telah dilakukan sejak tahun lalu. SPKLU, kata dia, sudah tersedia mulai dari jalur Jakarta- Cirebon, Semarang-Solo, hingga Surabaya-Banyuwangi. "Sampai ke Bali, itu sudah kita coba berkali-kali," ucapnya.

Baca juga: Pemerintah Beri Insentif Kendaraan Listrik Mulai 20 Maret 2023

PLN pun memastikan, SPKLU juga tersedia di setiap rest area Tol Cipali, Tol Palikanci, dan Tol Semarang-Solo. Selain itu, SPKLU tersedia di rest area sepanjang Tol Sragen-Surabaya-Situbondo-Banyuwangi.

"Tim PLN juga pernah melakukan suatu tur dengan penggemar mobil listrik dan berjalan lancar. Tentu saja it's not ending, SPKLU di rest area akan kami tambah," jelasnya.

Sementara untuk perjalan mudik tidak melalui jalan tol, Darmawan mengatakan PLN juga telah bekerja sama dengan produsen menyiapkan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Fasilitas ini bisa diakses untuk pengendara motor listrik dengan menukarkan baterai kendaraannya.

"Untuk yang SPBKLU kita bekerjasama dengan manufaktur agar semuanya sudah sampai ke Tegal dan Klaten. Nanti selanjutnya sampai Sumatera, Sulawesi, dan seluruh Indonesia," imbuh Darmawan.

Baca juga: Insentif Kendaraan Listrik Cair Sebentar Lagi, Produsen Dilarang Naikkan Harga Jual

Seperti diketahui, mulai 20 Maret 2023 mendatang, pemerintah bakal mulai mengucurkan insentif kendaraan listrik untuk motor, mobil hingga bus. Adapun target subsidi menyasar pada 250.000 unit motor, 35.900 unit mobil hingga 138 unit bus.

Kebijakan insentif pembelian kendaraan listrik, dianggap pemerintah sebagai langkah awal menarik investor ke dalam ekosistem industri baterai. Dengan demikian, pemerintah optimistis menjadikan RI sebagai raja baterai dunia. 

60