Home Nasional Lima Perwira Tewas, Egianus Kogeya Ngamuk Ancam Tembak Pesawat di Ndugama

Lima Perwira Tewas, Egianus Kogeya Ngamuk Ancam Tembak Pesawat di Ndugama

Ndugama, Gatra.com- Egianus Kogeya, pimpinan gerombolan yang menjuluki dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap militer Organisasi Papua Merdeka ( OPM ), ngamuk pasca lima perwiranya tewas di tangan TNI/Polri. Dia melarang pesawat jenis apapun untuk mendarat di Bandara Yuguru, Kabupaten Ndugama, Papua Pegunungan. Dia mengancam akan menembak, membakar pesawat dan sandera pilotnya.

Selain Bandara Yuguru, dia juga melarang pesawat jenis apapun mendarat di masuk mendarat di 32 distrik (kecamatan) lainnya di wilayah Ndugama. Egianus Kogeya yang diberi pangkat Brigjen itu menujukan ancamannya pada Bupati dan Ketua DPRD.

“Mulai hari ini 4 Oktober 2023 dan seterusnya kami peringatkan Penjabat Bupati Ndugama dan pemerintahannya untuk tidak mengoperasikan pesawat apapun beraktivitas di tanah Ndugama yakni Bandara dan 32 Distrik. Jika nekat beroperasi kami tembak, hancurkan dan sandera pilotnya,” kata Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Brigjen Egianus Kogeya, Rabu malam ( 4/10).

“Anggota saya yang tersebar di 13 batalyon dan 3 Kowip Kodap III Ndugama-Derakma di Ndugama siaga satu untuk tembak dan bakar pewasat jenis apapun," ancam Brigjen Egianus Kogeya. Kogeya menyebutkan akibat ancaman ini pada 4 Oktober 2023, Penjabat Bupati Ndugama Edison Gwijangge, Ketua DPRD bersama pejabat lainnya membatalkan sejumlah agenda kunjungan kerja dengan pesawat ke beberapa Distrik.

“Sesuai agenda, seharusnya Penjabat Bupati, Ketua DPRD bersama pejabat terkait melakukan kunjungan kerja ke beberapa distrik menggunakan pesawat. Pasukan kami sudah siaga, tapi mereka takut akhirnya membatalkan agen kunjungan kerja tersebut,” klaim Kogeya.

Seperti diberitakan sebelumnya 7 Februari 2023 lalu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB) OPM pimpinan Egianus Kogoya membakar pesawat Susi Air nomor registrasi PK-BVY saat mendarat di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Selain membakar pesawat Susi Air, Brigjen Egianus Kogeya bersama pasukannya juga menyandera pilotnya Philip Max Marthin, warga negara Selandia Baru yanghinga kini belum jelas nasibnya.

186934