Home Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Bagikan Tiga Langkah Cegah Wabah Cacar Monyet

Dinas Kesehatan DKI Bagikan Tiga Langkah Cegah Wabah Cacar Monyet

Jakarta, Gatra.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengajak masyarakat melakukan tiga langkah dalam upaya mencegah wabah cacar monyet. Langkah tersebut terdiri dari deteksi dini, pencegahan dan tindakan.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama mengatakan, Surat Edaran peningkatan kewaspadaan cacar monyet dan pedoman monkeypox telah diterbitkan menyusul penemuan kasus aktif cacar monyet.

Ngabila menekankan bahwa deteksi dini perlu dilakukan, agar pengobatan dapat segera diberikan apabila ditemukan kasus cacar monyet.

Baca Juga: Mengenal Virus Cacar Monyet, Bagaimana Penyebarannya dan Gejala yang Muncul

Penemuan kasus aktif, jelas Ngabila, tidak hanya pada kontak erat kasus tapi juga suspek bergejala yang datang ke fasilitas kesehatan. Segera diperiksakan PCR jika memenuhi kriteria suspek atau terduga. Jika PCR segera dilakukan pemeriksaan lanjutan whole genome sequencing (WGS).

“Tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) sekitar satu persen. Dari 100 kasus positif bisa satu meninggal mayoritas karena infeksi sekunder dan kondisi imunitas rendah pada kelompok berisiko seperti LSL, ibu hamil, ibu menyusui, anak, lansia,” ujar Ngabila, Senin (23/10).

Adapun langkah pencegahan dilakukan dengan pemberian vaksin yang mulai dilakukan untuk 500 orang kelompok berisiko di Jakarta selama sepekan ke depan. Satu orang diberikan dua dosis selang empat minggu.

“Karena saat ini stok vaksin monkeypox di Indonesia ada 1.000 dosis, untuk 500 orang,” kata Ngabila.

Baca Juga: Tiga Kelompok Paling Rentan Tertular Cacar Monyet, Plus Cara Menghindari

Upaya pencegahan lainnya, jelas Ngabila, dengan sosialisasi dan edukasi masif cegah sakit melalui tiga cara yakni pola hidup bersih dan sehat pakai masker, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Kemudian hindari kontak kulit dan luka. Selain itu, berhubungan seksual yang aman, sehat dan bersih.

Ngabila menyebut setiap kontak erat dipantau gejalanya setiap hari oleh puskesmas kecamatan. Jika bergejala, akan dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Respons, untuk antisipasi masif memutus mata rantai penularan setiap kasus positif langsung diisolasi di RS walaupun kasusnya ringan,” tutur Ngabila.

80