Home Ekonomi Ini Cara Ganjar untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 7 Persen

Ini Cara Ganjar untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 7 Persen

Jakarta, Gatra.com - Calon Presiden (Capres) Nomor urut 3, Ganjar Pranowo menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% sesuai dengan janjinya jika terpilih menjadi presiden pada 2024 mendatang, membutuhkan upaya yang besar.

Menurutnya, meskipun Indonesia diproyeksi akan mendapatkan bonus demografi dengan jumlah penduduk 70% dalam usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2045 mendatang, tetap membutuhkan persiapan yang matang.

“Karena kita mendapatkan bonus demografi dan kita memimpikan target dari 2045 maka effort kita juga tinggi. Saya tahu ini bukan masalah yang mudah ini sesuatu yang harus kita siapkan secara serius," kata Ganjar dalam acara Dialog Apindo -Capres 2023 roadmap Perekonomian Indonesia 2024-2029 di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin (11/12).

Oleh karena itu, Ganjar meminfa bantuan Apindo untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 7% itu. Sehingga, Indonesia tidak masuk ke dalam middle income trap.

Ganjar mengatakan, untuk membantu mewujudkan pertumbuhan ekonomi 7% tersebut, Apindo meminta Ganjar jika terpilih menjadi Presiden pada 2024 mendatang untuk menyelesaikan permasalahan penegakan hukum yang ada di Indonesia saat ini. Jika hukum di Indonesia bisa ditegakan, pelayanan pemerintah berubah menjadi sangat baik, serta integritas aparatur negara sesuai dengan prinsip Good governance (tata kelola yang baik) maka Indonesia bisa menjadi negara maju seperti Singapura.

Ganjar menilai, Singapura dapat menjadi negara maju karena memiliki prinsip good governance. Sehingga, banyak investor yang masuk untuk berinvestasi dan membuat pertumbuhan ekonominya tinggi.

“Kita bisa mencontoh beberapa negara yang good governance-nya berjalan dengan sangat baik, Singapura contohnya, itulah kemudian mengapa banyak orang yang mau investasi, dan lain sebagainya, sehingga ekonomi growth cukup tinggi,” jelasnya.

Diketahui, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal- III 2023 tetap tumbuh kuat sebesar 4,94% (yoy). Nilai tersebut sedikit melambat dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang sebesar 5,17% (yoy).

Ke depan pertumbuhan ekonomi akan didukung oleh permintaan domestik, baik konsumsi swasta dan pemerintah, maupun investasi. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2023 tetap pada kisaran 4,5-5,3%.

Pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat didukung oleh permintaan domestik yang solid. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,06% (yoy), seiring dengan kenaikan mobilitas yang terus berlanjut, daya beli masyarakat yang stabil, serta keyakinan konsumen yang masih tinggi. Sementara itu, konsumsi Pemerintah tumbuh negatif 3,76% (yoy) disebabkan terutama oleh belanja pegawai yang mengalami pergeseran sehubungan penyaluran gaji ke-13 ke kuartal II.

Pertumbuhan investasi secara keseluruhan meningkat menjadi 5,77% (yoy) seiring dengan berlanjutnya pembangunan infrastruktur pemerintah di berbagai wilayah Indonesia, termasuk proyek pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Sementara itu, meski ekspor secara keseluruhan terkontraksi sebesar 4,26% (yoy) akibat turunnya ekspor barang sejalan dengan perlambatan ekonomi global, ekspor jasa tetap tumbuh kuat didukung kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara.

61