Home Regional Pelayanan Belum Prima, RSUD Ini Malah Punya 8 Ruang Rapat, Anggota DPRD pun Heran: Mending Buat Layanan Pasien!!

Pelayanan Belum Prima, RSUD Ini Malah Punya 8 Ruang Rapat, Anggota DPRD pun Heran: Mending Buat Layanan Pasien!!

Karanganyar, Gatra.com - Sidak ke gedung A RSUD Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) membuat pimpinan DPRD pun terheran-heran. Alih-alih gedung itu dimanfaatkan untuk melayani pasien, ternyata hampir semua ruangan di lantai dua diperuntukkan buat ruang rapat.

Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Anung Marwoko mengaku prihatin. Baru saja ia mendengarkan keluh kesah pasien yang mengantre layanan rawat jalan dan tebus resep, selanjutnya melihat pemandangan fasilitas timpang bagi direksi RSUD. "Ini perencanaan yang salah atau bagaimana. Ada dua ruang aula berukuran lumayan besar di lantai dua. Samping-sampingnya ada enam ruang rapat. Lantai II didominasi ruangan fasilitas non pasien," kata Anung di sela sidak, Rabu (10/1).

Pembangunan gedung A RSUD Karanganyar dibiayai dana BLUD Rp27,7 miliar pada 2023. Sidak diawali pengecekan gedung yang ternyata belum difungsikan melayani pendaftaran dan layanan rawat jalan meski sudah diresmikan Desember 2023 lalu. Saat sidak, Anung tak sendirian tapi ditemani wakil Ketua DPRD lainnya, Toni Hatmoko.

Lebih lanjut Anung mengusulkan peruntukan ruang di lantai dua, direvisi. "Layanan pasien atau rekam medis bisa diperluas ke lantai dua. Biar pasiennya nyaman. Enggak ngantre berjam-jam. Ruang rapat juga seharusnya enggak berlebihan sampai delapan ruang termasuk aula. Mau buat konser?" katanya.

Jika nantinya revisi disetujui, perlu dipasang elevator karena tangga manual yang tersedia kurang tepat.

Sementara itu Toni Hatmoko menambahkan, RSUD belum memiliki fasilitas fisioterapi. Harapannya, RSUD menyediakannya di gedung A. "Misalnya setelah lomba olahraga mengalami cidera, RSUD dapat menanganinya lewat terapis di sini," katanya.

Fakta lain terungkap dalam sidak, yakni pelayanan pasien rawat jalan masih satu pintu. Artinya, pendaftaran online maupun offline tak membantu pasien mendapatkan layanan lebih cepat. Mariah asal Jumantono misalnya. Wanita usia 70 tahun ini harus mengantre sampai enam jam hanya untuk kontrol fraktura tangan. "Ibu saya ini sakit. Tambah lemah karena harus menunggu sejak jam 7 pagi sampai sekarang jam 13. Ngantre dari layanan kontrol dokter dan tebus resep saja itu," kata putrinya, Wiwik.

Ia tahu ada aplikasi pendaftaran online namun tak dipakai. Alasannya, model pendaftaran pasien terbaru di RSUD sama-sama bikin kesal. "Ujung-ujungnya, karcis pendaftaran online maupun daftar langsung dikumpulkan di loket juga. Yang dipanggil duluan tetap yang paling pagi mengumpulkan tiket itu," katanya.

Tri Surati asal Matesih mengataka,  dia mendaftar online untuk kontrol penyakit syaraf. Lamanya waktu tunggu di poli rawat jalan dan tebus obat membuatnya kesal. "Kita semua dibiarkan menunggu berjam-jam. Harapannya layanan RSUD membaik," katanya.

Direktur BLUD RSUD Karanganyar, dr Arif Setyoko mengatakan, Gedung A diupayakan operasional bulan depan. Terdapat sejumlah kendala menghambat percepatan operasional seperti belum tersedia taman parkir, instalasi sarpras belum beres dan lain sebagainya. Mengenai antrean lama untuk pasien rawat jalan, ia mengakui hal itu.

"Sistemnya masih satu pintu baik online maupun offline pendaftaran. Nanti di gedung A setelah semua siap, sistem pendaftaran pasien rawat jalan juga akan membaik," katanya.

120