Home Gaya Hidup Pendidikan Seni Dapat Tangkal Radikalisme

Pendidikan Seni Dapat Tangkal Radikalisme

Bantul, Gatra.com - Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ismunandar menilai pendidikan seni bisa menangkal penyebaran paham radikalisme.

 "Saya kira anggapan pendidikan seni menangkal radikalisme benar adanya. Seni memiliki peran besar dalam kehidupan sosial dan menumbuhkan toleransi," kata Ismunandar usai menghadiri Dies Natalis ke-35/Lustrum ke-7 Institut Seni Indonesia (ISI) Daerah Istimewa Yogyakarta,  Rabu (29/5).

Ia melanjutkan, sikap toleransi saat berkesenian tidak bisa didapatkan secara langsung melalui mata kuliah atau doktrin-doktrin.

Menurut Ismunanandar, doktrin-doktrin itu menjadi poin penting dalam penyebaran radikalisme yang beberapa tahun terakhir terus diwaspadai pemerintah.

 Kesenian, menurut dia, juga memberi manfaat secara non-akademik dalam mengembangkan kesadaran estetika, kreativitas, dan pendedahan budaya. Dengan demikian, lahir apresiasi terhadap keragaman dan harmoni sosial.

Untuk itu, kampus seni memegang peran penting. "Keberadaan institut seni merupakan pintu masuk," lanjutnya.

Dibanding luasnya Indonesia, empat Institut Seni Indonesia (ISI) dan empat Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) dinilai kurang ideal. Karena itu, Kemeristedikti mendorong institut seni menggandeng pemerintah daerah untuk pemerataan pendidikan tinggi bidang seni.

 "Saat ini sedang dalam pengembangan ISBI baru di Sulawesi Selatan yang bekerjasama dengan ISI Surakarta dan ISBI di Kalimanatan Timur hasil kerjasama dengan ISI DIY," jelasnya.

Kemenristekdikti meminta pemda aktif membuka sekolah seni mengingat keberagaman budaya Indonesia adalah karunia yang harus dijaga.

 

611