Home Ekonomi Revitalisasi Desa Terindah Sumbar Dianggarkan Rp46 Miliar

Revitalisasi Desa Terindah Sumbar Dianggarkan Rp46 Miliar

Tanah Datar, Gatra.com- Revitalisasi dan penataan Nagari (desa) Pariangan, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dianggarkan sebesar Rp46 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah, Abdul Hakim mengatakan, pengerjaan revitalisasi Nagari Pariangan akan dimulai pada pertengahan tahun ini dengan pengerjaan secara bertahap setiap tahunnya.

"Izin pemakaian lahan dari masyarakat setempat juga sudah ada didapatkan, begitu juga Detail Engineering Design (DED)-nya," ujar Abdul Hakim saat dihubungi Gatra dari Padang, Senin (17/6).

Baca juga: Istano Basa Pagaruyung Masih Jadi Destinasi Favorit Saat Liburan

Tahap awal, lanjutnya, pembangunan dilakukan untuk gerbang masuk, plaza produk daerah, rest area, dan rehab tangga dari Masjid Islah ke Batu Tanah Datar.

" Setelah direvitalisasi kita harapkan kawasan Nagari Pariangan semakin lebih indah dan menarik lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara," ungkapnya.

Untuk diketahui, pada Mei 2012, Nagari Pariangan terpilih sebagai salah satu dari lima desa terindah di dunia versi Budget Travel, sebuah majalah pariwisata internasional asal New York, Amerika Serikat.

Baca juga: Festival Kuliner Minang dan Tionghoa Semarakkan Libur Lebaran di Padang

Di Pariangan terdapat mesjid besar yang berusia ratusan tahun yang dikenal dengan Masjid Ishlah. Masjid bergaya arsitektur Dongson ala dataran tinggi Tibet, menggambarkan betapa majunya peradaban Minangkabau kala itu.

Selain itu ada juga puluhan bangunan rumah gadang (rumah adat Minangkabau) dengan dinding terbuat anyaman rotan, ukiran kayu untuk menggambarkan kekentalan adat Minangkabau.

Baca juga: Potensi Jadi wisata Religi, Makam Syekh Burhanuddin di Pariaman Akan Dibenahi​​​​​​​

Rumah gadang ini di antaranya seperti Balairung Sari Tabek atau Rumah Gadang tertua di Minangkabau, Rumah Gadang Dt. Bandaro I, Rumah Gadang Dt. Rangkayo Sati, Masjid Tuo Pariangan, serta Monumen Api Porda.

470