Home Ekonomi Pertamina Mulai Bayar Kompensasi Warga Terdampak Oil Spill

Pertamina Mulai Bayar Kompensasi Warga Terdampak Oil Spill

Jakarta, Gatra.com - Insiden tumpahan minyak (oil spill) yang terjadi di sumur YYA-1 anjungan YY Offshore North West Java (ONWJ) Karawang, Jawa Barat sudah memasuki pekan keenam sejak pertama kali mengalami semburan gas dan oil spill. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) saat ini sudah mulai membayar kompensasi kepada warga yang terdampak oil spill di Karawang, Jawa Barat.

Pembayaran tersebut merupakan tahap awal dan diberikan kepada 2.401 warga di Kabupaten Karawang. Untuk total data penerima kompensasi di Karawang tercatat sebanyak 10.471 warga.

“Per 19 September 2019 kemarin, kami sudah menyerahkan buku tabungan dan kartu ATM kepada warga. Tahap awal ini, kompensasi yang diberikan sebesar Rp900 ribu per warga setiap bulan, selama dua bulan periode terdampak, yakni Juli-Agustus 2019," papar Ketua Tim 1 Dampak Pengendalian Eksternal Pertamina Rifky Effendi di Kantor Pertamina, Jakarta, Jumat (20/9).

Baca Juga: Penutupan Sumur YYA-1 Ditargetkan Selesai Akhir September

Sebelumnya Commander Incident PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Taufik Adityawarman menyampaikan bahwa, Pertamina menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam proses pemberian kompensasi tersebut. Hal itu dilakukan supaya pemberian kompensasi benar-benar tepat sasaran.

Pertamina juga menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan tim Kejaksaan Agung dalam penyaluran biaya kompensasi warga terdampak oil spill. Sementara untuk formula penghitungan besaran biaya, Pertamina menggandeng tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Setelah yang di Karawang, kita juga akan segera memberikan kompensasi pada warga terdampak oil spill di daerah lain yaitu Bekasi, dan Kepulauan Seribu. Sekarang lagi porses penghitungan formula final,” ujar Rifky.

Baca Juga: Pertamina Gaet Himbara Berikan Kompensasi Korban Oil Spill

Penghitungan final biaya kompensasi dimaksudkan supaya besaran yang diterima warga sesuai dengan perkiraan pendapatan mereka masing-masing. Penghitungan final ini dilihat dari profesi warga yang terdiri dari enam bidang seperti nelayan, budidaya ikan, wisata, tambak garam, dan lainnya. Masing-masing bidang tersebut dikatakan masih memiliki turunan lagi seperti misalnya nelayan, ada nelayan buruh, pemilik kapal, dan lainnya. Sehingga nantinya besaran kompensasi ini akan memiliki spektrum pendapatan yang berbeda.

“Penghitungan final ini sangat kompleks. Tim IPB bekerja keras, jadi perhitungan formula ini setidaknya bisa mendekati angka riil,” jelas Rifky

Rifky mengatakan proses penghitungan final direncanakan akan selesai dalam kurun waktu dua bulan kedepan, sehingga bisa diketahui kompensasi berdasarkan profesi dan lokasinya masing-masing.

 

115