Home Hiburan Fakta di Balik Kesuksesan Festival Musikal Indonesia 2022

Fakta di Balik Kesuksesan Festival Musikal Indonesia 2022

Jakarta, Gatra.com - Festival Musikal Indonesia 2022 telah rampung dilaksanakan pada Minggu (21/8), usai dua hari digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, selama 20 Agustus - 21 Agustus 2022.

Festival musikal pertama di Tanah Air itu rupanya sukses memperoleh antusiasme besar dari masyarakat. Bahkan, di hari kedua penyelenggaraannya saja, Festival Musikal Indonesia 2022 berhasil menarik minat 850 - 900 penonton.

"Ketika kita buka link pemesanan tiket, itu ternyata dalam enam menit habis," ujar Direktur Festival Musikal Indonesia Rusdy Rukmarata, saat ditemui di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Minggu (21/8).

Ludesnya tiket dalam waktu singkat, kata Rusdy, bahkan sempat menimbulkan keributan. Oleh karena itu, pihaknya mengatur pembukaan tiket untuk gelombang kedua.

"Dan antusiasme itu tetap jadi besar, sehingga kita buka kedua kali, itu dalam tiga menit juga sudah habis, gitu," jelas Rusdy.

Di balik besarnya animo masyarakat terhadap festival tersebut, Rusdy mengaku ide untuk mengadakan Festival Musikal Indonesia justru berkenaan dengan festival di kancah industri perfilman. Rusdy mengatakan, ide untuk membuat festival itu muncul ketika EKI Dance Company yang merupakan bagian dari Yayasan Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) yang didirikannya, mengisi acara pembukaan dari Festival Film Indonesia.

"Nah, pada saat itu kita melihat, 'Oh, film ini punya festival nih', gitu ya. Ada penghargaan, ada awarding, tapi kayaknya seni pertunjukan panggung gak ada," ujar Rusdy.

Padahal, seperti yang Rusdy katakan, masyarakat Indonesia amat menggemari pertunjukan musikal. Mulai dari pertunjukan musikal modern seperti Broadway, hingga pertunjukan tradisional seperti wayang orang maupun lenong.

Pemikiran itulah yang memantik keinginan Rusdy untuk mulai mengadakan festival musikal di Tanah Air sebagai langkah awal. Pasalnya, ia memandang ajang penghargaan sebagai sebuah rencana jangka panjang.

Gagasan itu rupanya mendapat sambutan baik dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, hingga pelaku seni di sejumlah sanggar dan komunitas. Ia bahkan mengaku tak menemui kendala berarti, dan hanya menggarisbawahi adanya pemindahan lokasi acara dari Taman Ismail Marzuki (TIM) ke Ciputra Artpreneur, yang tak ia sebutkan alasannya.

"Sebenarnya, musikal Indonesia itu sudah berkembang dari lama," tukas Rusdy.

Sebagai pelaku seni, Rusdy melihat besarnya kecintaan masyarakat pada seni musikal. Tak terkecuali masyarakat usia muda, yang kini tengah digempur dalam era digitalisasi.

Tak hanya itu, Rusdy pun mengaku tak menutup pintu untuk keterlibatan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia dalam festival ini. Oleh karenanya, Rusdy mengaku pihaknya juga merancang loka karya singkat bagi pelaku seni pertunjukan daerah, untuk memberi gambaran lebih lanjut terkait tata cara melakukan suatu pertunjukan musikal, terlepas dari konteks kemampuan yang Rusdy pandang telah lebih dari cukup.

"Kita mengharapkan, tahun-tahun ke depan, ada banyak peserta dari seluruh Indonesia juga bisa ikut di sini," ujar Rusdy.

Ia pun mengaku telah memiliki rencana untuk mendatangkan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia untuk ikut terlibat dalam pegelaran Festival Musikal Indonesia di masa mendatang.