Home Lingkungan Ada Sauna di TPA

Ada Sauna di TPA

Jakarta, Gatra.com – Ada sauna di tempat pembuangan akhir (TPA) Winongo. Demikian diucapkan Wali Kota Madiun, Maidi, dalam Seminar dan Pameran Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) 2022 di Jakarta, Kamis (1/12).

Pernyatan orang nomor satu di Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim), tesebut mengelitik rasa penasaran. Pasalnya, sauna atau mandi uap biasanya terdapat di tempat-tempat khusus, seperti hotel bukan di lokasi TPA sampah.

Maidi menceritakan, di Madiun, sampah menjadi berkah, bukan bom waktu seperti yang dirasakan masyarakat di kota-kota besar. Menurutnya, sampah ada yang langsung bisa menjadi uang, seperti sampah botol plastik, kardus, dan sampah lainnya yang bisa langsung dijual. Untuk langsung menjadi uang, sampah jenis itu ditampung bank sampah yang dikelola warga.

“[Sampah] yang tidak jadi uang, itu urusannya pemerintah. Di situlah saya membuat gas metan yang luar biasa,” katanya.

Saat ini, terdapat 400 rumah tangga yang memakai gas metan dari TPA Winongo. Gas metannya ternyata masih banyak sehingga dibuatlah sauna di TPA. Ini digunakan oleh para petugas di sana. Meski gas itu berasal dari sampah, namun tidak bau. Ruang sauna di TPA yang berukuran sekitar 3,5 meter x 3 meter tersebut malah wangi aroma rempah-rempah.

“Jadi tidak ada orang pulang dari TPA, dia pulang, punya anak, [dia] bau [sampah], enggak boleh. Dia harus mandi dahulu di sauna itu. Ada sauna di TPA,” ucapnya.

Maidi menyampaikan, orang pasti berpandangan bahwa bekerja di TPA itu bau sehingga ketika pulang ke rumah atau lingkungannya, orang enggan mendekat. “Enggak boleh [bau atau kotor], pulang harus bersih, sauna dahulu,” ucapnya kembali menegaskan.

Selain sauna, Maidi mengungkapkan, di TPA Winongo juga pihaknya membuat 50 dapur umum menggunakan gas metana yang bisa dimanfaatkan warga untuk memasak. “Masyarakat yang tidak punya LPG silakan datang,” katanya.

Adapun hal teranyar, Maidi mengungkapkan, tengah mencari cara bagiamana memasukkan gas metana ke dalam tabung agar bisa digunakan oleh masyarakat yang tempatnya jauh dari TPA.

“Saya kerja sama dengan perguruan tinggi belum berhasil bagimana caranya gas metan ini saya masukkan ke tabung. Kalau ini bisa masuk ke tabung, UMKM saya [Madiun] itu bagus sudah,” ucapnya.

Lain halnya Bupati Demak, Eisti'anah. Salah satu unggulan smart city di sektor smart living kabupatennya adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang terdapat dalam aplikasi Cengkraman Mata Elang (CME).

Perempuan berlatar belakang dokter ini menceritakan, di Demak terdapat 27 puskesmas. Namun, di setiap puskesmas ini belum pernah mencapai tidak ada kematian ibu atau bayi.

“Tidak pernah zero persen kejadian, satu atau dua, minimal satu itu pasti ada. Beliau ini [salah satu kepala puskesmas] punya inisiatif untuk concern menekan angka kematian ibu dan anak,” ungkapnya.

Dari tekad itu, pihaknya membuat berbagai inovasi. Hasilnya sangat menggembirakan sehingga kerap mendapatkan pernghargaan. Selain menekana angka kematian ibu dan anak, Demak juga membuat berbagai inovasi untuk menurunkan angka stunting.

“Angka stanting sebelum kami menjabat [bupati] itu 6,5%, kemudian di 2021 turun menjadi 4,3% dan ?2022 [sebesar] 2,9%. Angka kematian ibu dan anak juga sudah turun jauh,” katanya.

Dua keberhasilan dua daerah tersebut merupakan bagian dari capaian Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) periode 2022. Gerakan ini telah berhasil membimbing 50 kota atau kabupaten dalam menyusun rencana induk pembangunan kota cerdas. Di dalam rencana induk tersebut, tersusun inovasi yang menjawab tantangan sekaligus memaksimalkan potensi dari masing-masing pemda.

Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) adalah gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan didukung kementerian terkait. Sejak bergulir tahun 2017 sampai tahun 2022 ini, gerakan ini telah berhasil membimbing 191 kota dan kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia.

Terinspirasi dari Presidensi G20 Indonesia, tema besar dari Gerakan Menuju Smart City 2022 ini adalah mewujudkan kota cerdas yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, mengatakan, smart city bukan hanya sekadr teknologi.

“[Ini juga] merupakan sebuah inisiatif yang bertumpu pada inovasi dan kolaborasi, dengan tujuan utama meningkatkan taraf hidup seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, menjelaskan, pemerintah daerah peserta Gerakan Menuju Smart City harus memiliki komitmen untuk menjalankan inovasi yang tertera di rencana induk yang telah disusun.

Karena itu, kata Semuel, Gerakan Menuju Smart City tidak hanya memberikan bimbingan, namun juga evaluasi implementasi dengan mengukur dampak langsung kepada masyarakat.

Seminar dan pameran Gerakan Menuju Smart City 2022 yang dihelat ini merupakan salah satu bentuk apresiasi Kominfo kepada pemerintah daerah yang telah melakukan gerakan tesebut.

Pada acara ini, sejumlah 50 pemimpin kota atau kabupaten peserta Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) 2022 mendapat penghargaan dari Kominfo. Penghargaan juga diberikan kepada kota atau kabupaten peserta Gerakan Menuju Smart City periode sebelumnya yang berhasil inisiatif kota cerdasnya berhasil memberikan manfaat optimal bagi warganya.

Penghargaan tersebut diberikan kepada:

1. Kota Bandung atas implementasi program smart city terbaik kategori Smart Governance.

2. Kota Surakarta atas implementasi program smart city terbaik kategori Smart Branding.

3. Kota Semarang atas implementasi program smart city terbaik kategori Smart Economy.

4. Kota Yogyakarta atas implementasi program smart city terbaik kategori Smart Society.

5. Kabupaten Demak atas implementasi program smart city terbaik kategori Smart Living.

6. Kota Madiun atas implementasi program smart city terbaik kategori Smart Environment.

7. Kabupaten Wonogiri atas implementasi program smart city terbaik kategori Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional.

71