Home Politik Pakar UGM: PDIP Gagal Hattrick Jika Megawati Nyapres

Pakar UGM: PDIP Gagal Hattrick Jika Megawati Nyapres

Sleman, Gatra.com - Meski tak melanggar aturan, pencalonan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden seperti diyakini sejumlah pihak usai pidato di HUT ke-50 PDIP tak akan jadi jalan politik Mega.

Langkah tersebut dianggap bertolak belakang dengan rencana PDIP untuk menang ketiga kali. Hal ini disampaikan pengajar komunikasi politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad.

“PDIP dan Mega tidak akan gegabah untuk bertarung tanpa kalkulasi sampai kalah di pilpres,” kata dia usai acara diskusi Pojok Bulaksumur: Menyambut Tahun Politik 2024 di kampus UGM, Kamis (12/1).

Menurut dia, Mega sudah menyatakan yakin PDIP akan meraih kemenangan untuk ketiga kali setelah 2014 dan 2019. “Untuk hattrick kan tidak mungkin Mega mencalonkan. Pasti akan mencari kandidat capres dari kader yang punya peluang untuk memenangkan (pilpres),” ujarnya.

Padahal, jika Mega maju sebagai capres, hal itu tak melanggar konstitusi. Kendati hal ini akan mengejutkan elite politik dan masyarakat.

“Secara regulasi tidak ada yang menghalangi. Seandainya maju, ini jadi kejutan politik sangat besar karena di luar kalkulasi politik,” ujarnya.

Nyarwi menyatakan, pidato Mega di HUT ke-50 PDIP kemarin penuh dengan eufemisme dan tak lugas menyatakan untuk maju sebagai capres. "Itu semacam strategi komunikasi politik untuk daya tarik partainya," kata Nyarwi.

Dosen ilmu politik UGM Mada Sukmajati pun senada. Kendati ada preseden majunya tokoh senior seperti Mahatir Mohammad di Malaysia dan menjadi pemimpin negara.

“Tapi hasil akhirnya Mahatir juga diganti Anwar Ibrahim. Itu bisa berkaca dari situ,” katanya.

Menurut Mada, pilpres sepatutnya menjadi sarana untuk regenerasi politik, apalagi di PDIP saat ini ada dua kandidat kuat capres yakni Ganjar Pranowo dan Puan maharani.

“Regenerasi itu sebuah keniscayaan. Seorang negarawan harus sudah paham di mana memposisikan diri. Tidak harus selalu tampil, tapi menjadi king maker,” ujarnya.

72