Home Politik Bertemu di Balai Kota Solo, Emil Dardak Ungkap Gibran Enggan Bicara Politik

Bertemu di Balai Kota Solo, Emil Dardak Ungkap Gibran Enggan Bicara Politik

Solo, Gatra.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengaku Wali Kota Solo Gibran selalu mengalihkan pembicaraan saat ia mengarahkan obrolan untuk membahas politik. 

Ia mengaku Gibran lebih antusias saat berbicara tentang pekerjaan dan menata daerah masing-masing.

Hal ini diungkapkan Emil saat ia berkunjung ke Balai Kota Solo, Jumat (20/1). Dalam pertemuan empat mata ini, keduanya menyempatkan untuk makan siang dan salat Jumat bersama di Masjid Balai Kota Solo.

”Saya senang ngobrol dengan beliau tadi. Begitu nyerempet ke sana (politik), balik lagi ngomongin kerjaan,” kata Emil usai pertemuan.

Baca Juga: Gibran-Wali Kota Solo Bicara Empat Mata

Ia mengaku mengajak bertemu Gibran. Keinginan untuk berbincang ini disampaikan saat keduanya menghadiri acara Youth 20 yang dilaksanakan di Solo beberapa bulan lalu.

”Ketemu Mas Wali saat acara Youth 20. Waktu itu saya sampaikan kalau saya ingin ngobrol-ngobrol. Sekali waktu saya ingin denger pengalaman Mas Wali memimpin Solo. Kebetulan dengan adanya jalan tol, ke luar kota sekarang gampang,” katanya.

Dalam pembahasan tersebut, Emil terus memuji Gibran dengan kepemimpinannya di kota Solo. Emil mengatakan Gibran membahas mengenai fokus pekerjaan yang ada di depan mata. Termasuk tantangan-tantangan yang dihadapi di Solo.

Saat ditanya apakah keduanya membahas mengenai politik, Emil mengaku pembahasannya tidak terlalu dalam. Namun ia melihat Gibran merupakan sosok yang mampu bertarung dalam kontestasi pemilihan gubernur 2024 mendatang.

Baca Juga: Anies Bicara Peluang Gibran Maju Pilgub DKI 2024

 

”Ada (pembicaraan politik). Tapi tidak terlalu dalam. Menurut saya ada (potensi Gibran maju Pilgub). Tapi nggak tau beliau, mau atau enggak,” katanya.

Selama ini Gibran digaung-gaungkan akan maju ke kontestasi Pemilihan Gubernur di dua daerah, yakni DKI Jakarta ataupun Jawa Tengah. 

Suami dari Arumi Bachsin ini menilai DKI Jakarta merupakan wilayah yang terbuka untuk pertarungan politik bagi putra-putri terbaik bangsa. Sebab sebagai ibukota negara, DKI Jakarta memiliki masyarakat yang multikultur. Sementara Jawa Tengah dianggap lebih linear.

”Tapi yang saya sampaikan dari Mas Gibran dan gebrakannya, Mas Gibran punya daya tarik di masyarakat seluruh Indonesia. Kalau soal potensi, saya rasa peluangnya (Gibran) nyata. Saya rasa mas Wali punya peluang yang baik,” ucapnya.

Baca Juga: Gibran Siap Maju Pilgub di DKI atau Jateng: Tunggu Bu Ketua Umum

Sementara saat ditegaskan terkait peluang Gibran, di DKI Jakarta atau Jawa Tengah, ia enggan memberikan jawaban pasti. 

”Oh kalau milih nanti dulu. Itu kewenangannya beliau. Tapi saya rasa beliau punya kesempatan yang baik,” ucapnya.

25