Home Kesehatan Mimpi Besar Industri Kesehatan dan Pariwisata Indonesia Akan Dimulai dari Bali Internasional Hospital

Mimpi Besar Industri Kesehatan dan Pariwisata Indonesia Akan Dimulai dari Bali Internasional Hospital

Jakarta, Gatra.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Maves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada tantangan besar yang harus diselesaikan oleh industri kesehatan bersama dengan industri pariwisata Indonesia. Hal ini berkaitan dengan 2 juta masyarakat Indonesia yang lebih memilih untuk berobat di luar negeri.

Selain karena aspek kesehatan, ada beberapa hal lain yang membuat seseorang untuk berobat ke luar negeri. Luhut memaparkan, aspek teknologi, sumber daya manusia (SDM), hingga biaya yang dianggap lebih murah ikut menjadi faktor pendorong.

"Indonesia kini tengah membangun Bali Internasional Hospital (BIH) di kawasan ekonomi khusus (KEK) Sanur dan sudah dilakukan ground breaking oleh Bapak Presiden pada akhir 2021," ucap Luhut Binsar Pandjaitan melalui video yang ditayangkan dalam acara Forum Kesehatan Indonesia yang diadakan secara daring melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Minggu (03/9).

Dalam acara yang bertajuk "Membangun Layanan Kesehatan Kelas Dunia untuk Indonesia Maju", Luhut menyampaikan, BIH ditargetkan dapat mulai beroperasi pada bulan Agustus 2024 mendatang.

"Bali Internasional Hospital akan menjalin kerja sama dengan Mayo Clinic. Sebuah langkah besar dalam peningkatan layanan kesehatan Indonesia," jelas Luhut.

Rumah sakit ini akan menyediakan berbagai fasilitas unggulan seperti, klinik fertilitas, stem cell, tissue bank, bedah estetik, bedah plastik, perawatan pediatrik, dan pengobatan alternatif. Luhut juga mengatakan, BIH akan diisi tenaga spesialis dari luar negeri, baik itu dokter asing maupun Warga Negara Indonesia (WNI) yang berpengalaman di luar negeri.

"Saya yakin manfaat yang akan didapatkan oleh dokter dan lingkungan BIH akan sangat kompetitif dibandingkan dengan peluang yang ada di luar negeri," ucap Luhut lagi.

Saat ini BIH pun masih membuka proses rekrutmen untuk berbagai spesialisasi yang dibutuhkan. Mulai dari kardiologi dengan berbagai subspesialisasi, neurologi, onkologi, hingga obstetri, dan ginekologi.

Luhut mengatakan, BIH diharapkan dapat menjadi pilot project untuk diterapkan di seluruh Indonesia. Ada dua tujuan yang ingin dicapai dengan berdirinya BIH. Tujuan jangka pendek, masyarakat Indonesia sendiri diharapkan dapat berobat di dalam negeri.

"Untuk jangka panjang, Indonesia diharapkan menjadi tujuan wisata kesehatan dunia yang terkemuka," kata Luhut.

Menko Maves pun optimis, kehadiran BIH akan meningkatkan layanan kesehatan Indonesia. Mulai dari peningkatan dalam ketepatan diagnosa, penggunaan teknologi canggih, komunikasi yang efektif, serta mutu pelayanan dan pengawasan yang lebih tinggi lagi.

"Akhir kata, Indonesia harus terus berbenah, baik di industri kesehatan dan pariwisata. Dengan bergabungnya, tenaga medis berpengalaman, kita ciptakan ekosistem dan layanan kesehatan lebih produktif dan berkualitas," tutup Luhut.

57