Home Politik Soal PKB Keluar Koalisi Prabowo, Gerindra: Ya Enggak Ada Masalah

Soal PKB Keluar Koalisi Prabowo, Gerindra: Ya Enggak Ada Masalah

Jakarta, Gatra.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menganggap langkah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk undur diri dari Koalisi Indonesia Maju, sebagai hal yang biasa terjadi di dalam dinamika politik. Ia merasa tidak ada masalah dengan keputusan PKB itu.

"Ya enggak ada masalah, itu merupakan konsekuensi dari demokrasi. Kami juga tidak memandang tindakan rekan-rekan PKB sebagai sesuatu yang salah. Itu hal yang biasa saja," kata Habiburokhman dalam acara diskusi 'OTW 2024' Survei KedaiKOPI, pada Kamis (7/9).

"Hanya saja, memang belum jodohnya mungkin dengan Pak Prabowo ya, atau jodohnya sudah berakhir dengan koalisinya Pak Prabowo," tambahnya.

Meski begitu, Habiburokhman tak menampik bahwa partainya menyayangkan pilihan PKB untuk tidak lagi mendukung Prabowo dalam kontestasi politik mendatang. Namun, hal itu tak dapat dipungkiri sebagai fakta politik yang harus diterima jelang Pemilu 2024.

Baca Juga: PAN-Golkar Resmi Usung Prabowo, Cak Imin: Insya Allah Mulia Dunia Akhirat

Langkah itu, kata Habiburokhman, merupakan sebuah pilihan yang tidak dapat Gerindra larang. Terlebih, ia melihat adanya keinginan yang kuat dari Cak Imin untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Kita enggak bisa larang kalau Gus Muhaimin, karena ingin jadi Cawapres ya, kalau tidak salah beliau sampaikan, ‘Siapapun, apapun koalisinya, cawapresnya Gus Muhaimin’. Lalu ada tawaran, ya kita kan enggak bisa larang," ujarnya.

Habiburokhman mengatakan, proses pergeseran arah dukungan PKB kepada Bakal calon presiden (Bacapres) usungan Partai NasDem Anies Baswedan terjadi begitu cepat dan tiba-tiba. Ia menilai Gerindra tidak mungkin dapat menghentikan pilihan PKB untuk undur diri itu.

"Kalaupun kita tahu [sejak awal], ya kita enggak akan bisa stop. Namanya orang mau menjadi cawapres dan mendapat tawaran yang pas," imbuh Wakil Komisi III DPR itu.

Baca Juga: Cak Imin: Kalau Prabowo Pilih Ganjar, Koalisi Bubar

Menurutnya Gerindra tak memiliki pilihan selain harus menerima dan terus bergerak maju dalam menyusun strategi jelang Pemilu 2024. Oleh karena itulah, Gerindra tak membutuhkan waktu lama untuk berpaling dari peristiwa keluarnya PKB.

"Ya itulah faktanya, dan kita kan langsung move on, dalam hitungan jam kita langsung move on. Kita sebagai politisi ya itu fakta yang harus kita terima, kadang kita ditinggalkan, kadang tidak bersama-sama lagi," tandas Habiburokhman.

Diketahui, Anies Baswedan dan Cak Imin telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai pasangan capres-cawapres dalam Pemilu 2024, pada Sabtu (2/9) silam, atau satu hari setelah Partai Demokrat mengumumkan tak lagi bergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Perbaikan (KPP). Duet Anies-Cak Imin itu juga langsung ditanggapi Partai Gerindra, yang menyatakan kerja sama politik antara PKB dengan Gerindra otomatis berakhir buntut peralihan arah dukungan PKB itu.

Pasangan Anies dan Cak Imin pun menuai serangkaian respons dari berbagai pihak dan dianggap sebagai langkah yang tak terprediksi.

Anies yang merupakan bakal calon presiden (bacapres) dari KPP telah lama digadang-gadang akan bersanding dengan sejumlah tokoh. Beberapa di antaranya adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Yenny Wahid.

Sementara itu, Cak Imin sebelumnya terus digadang-gadang akan melenggang sebagai cawapres pasangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dalam Pemilu 2024 mendatang. Adapun, PKB dan Gerindra sebelumnya berada di bawah satu payung koalisi yang sama, yakni Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang kemudian berubah nama menjadi Koalisi Indonesia Maju setelah bergabungnya Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN).

25