Home Ekonomi Dibayangi Inflasi dan Krisis, Potensi Serapan Tenaga Kerja Industri Sawit Masih Besar

Dibayangi Inflasi dan Krisis, Potensi Serapan Tenaga Kerja Industri Sawit Masih Besar

Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono mengatakan, meski kondisi perekonomian dibayangi inflasi dan krisis, potensi penyerapan tenaga kerja di industri kelapa sawit masih cukup besar.

Ia menyebut bahwa di sisi hulu industri kelapa sawit, sebesar 59% dikelola perusahaan. Sedangkan 41% lainnya dikelola masyarakat.

"Di samping itu di sektor hulu sawit belum bisa dilakukan full mekanisasi, sehingga masih banyak nembutuhkan tenaga kerja," katanya dalam keterangan yang diterima pada Selasa (8/11).

Ia memperkirakan, total penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 5 juta orang yang tersebar di berbagai sentra sawit. Adapun total luas perkebunan mencapai 16,3 juta hektare.

Baca juga: Soal Energi Terbarukan dari Sawit, Pengamat Ingatkan Potensi Lain dan Kesejahteraan Petani

Eddy mengakui untuk di sektor hulu, serapan tenaga kerja tidak akan terus meningkat selama tidak ada pengembangan kebun. Peningkatan tenaga kerja lebih berpeluang terjadi di sektor hilir.

Meski begitu, Eddy menilai tenaga kerja di sektor hulu punya peran yang jauh lebih krusial dalam keberlangsungan industri kelapa sawit. Apabila ada hambatan di hulu, maka seluruh proses juga akan terhambat.

"Untuk ke depan, tenaga kerja yang meningkat hanya di sektor hilir sebab di hulu ada moratorium praktis tidak ada perluasan kebun," jelasnya.

Baca juga: Berlanjut, Pemerintah Gratiskan Pungutan Ekspor Minyak Sawit

Diketahui, pada tahuan 2018 lalu Bappenas pernah menyebutkan bahwa industri kelapa sawit mampu menyerap 16,2 juta orang tenaga kerja. 4,2 juta orang tenaga kerja langsung dan 12 juta tenaga kerja tidak langsung.

Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjudin Nur Effendi juga menilai penyerapan tenaga kerja sawit Indonesia masih memiliki potensi untuk meningkat.

"Angkanya besar karena mayoritas di Sumatera Utara, Riau, kemudian di beberapa tempat di Kalimantan itu kan kebun kelapa sawit cukup besar," katanya.

Menurutnya, jumlah 16 juta orang tenaga kerja yang disebut Bappenas masih dirasa belum maksimal. Ia menaksir penyerapan tenaga kerja sawit Indonesia bisa mencapai 20 hingga 25 juta tenaga kerja.

75