Home Kesehatan Bisa Bikin Anak Lumpuh Seumur Hidup, IDAI Minta Orang Tua Tak Sepelekan Imunisasi Polio

Bisa Bikin Anak Lumpuh Seumur Hidup, IDAI Minta Orang Tua Tak Sepelekan Imunisasi Polio

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah meminta agar para orang tua tidak menyepelekan imunisasi polio pada anak.

Menurutnya, dampak penyakit polio terhadap anak sangat nyata. Anak bisa mengalami kelumpuhan seumur hidup. Kendati, Piprim mengakui bahwa realitanya masih banyak masyarakat yang belum sadar soal pentingnya imunisasi polio.

"Di kita itu, biasanya kalau cakupan imunitas tinggi, penyakitnya enggak ada, masyarakat itu enggak percaya bahwa imunisasi itu bisa mencegah penyakit ini," kata Piprim usai menghadiri Pembukaan Pekan Ilmiah IDAI di Hotel ShangriLa, Jakarta, Minggu (20/11).

Baca juga: IDAI Klaim Sudah Prediksi KLB Polio

Ia menyebut, fenomena masyarakat yang lebih takut terhadap efek imunisasi daripada dampak penyakitnya saat ini sangat marak. Padahal, efek samping vaksin tidak akan separah dampak penyakit yang bisa terjadi karena tidak imunisasi.

"Masa kita lebih galau vaksinnya, padahal efek samping vaksin hanya demam sedikit, bengkak sedikit, tapi kalo polio itu lumpuh seumur hidup," tegasnya.

Selain itu, Piprim mengakui sikap sepele orang tua terhadap imunisasi polio sebagiannya lantaran memang tidak mengenal sama-sekali soal penyakit polio. Terutama orang tua yang berada di daerah-daerah.

"Karena tidak kenal penyakitnya maka tidak takut dengan penyakitnya akhirnya menyepelekan vaksinasi," ucap Piprim.

Baca juga: Polio Menyebar di London, Vaksin Booster Diluncurkan untuk Anak di Bawah 10 Tahun

Ia pun mengimbau agar para orang tua dapat menaruh perhatian terhadap imunisasi polio. Apalagi, vaksin polio tersedia dan gratis.

Piprim menyebut orang tua yang justru menghalangi anak mendapat vaksin polio sebagai perilaku egois. Sebab, menolak imunisasi polio akan merugikan anak dan masa depannya.

"Saya kira menjadi orang tua juga harus bijaksana, cerdas dan mengerti soal bahaya penyakit yang dapat dicegah dari vaksinasi," imbuhnya.

Sebelumnya, sebanyak 415 Kabupaten/Kota di 30 provinsi di Indonesia masuk dalam kriteria risiko tinggi polio karena rendahnya imunisasi, termasuk Aceh.

''Kalau lihat cakupan oral polio virus OPV dan IPV memang seluruh Indonesia rendah terutama saat Pandemi Covid-19,'' ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu dalam keterangannya, Sabtu (19/11).

Maxi menyebut penyakit polio sangat berbahaya bagi anak karena menyebabkan kelumpuhan dan belum ada obatnya. Namun, Polio merupakan salah satu penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi polio lengkap dan imunisasi rutin. Pencegahan juga dilakukan dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat seperti BAB (buang air besar) di jamban yang sesuai standar, cuci tangan pakai sabun dan menggunakan air matang untuk makan dan minum.

''Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melengkapi imunisasi rutin bagi anak-anak sesuai jadwal, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,'' kata Maxi.

Diketahui, Kementerian Kesehatan telah menetapkan kembali kejadian luar biasa (KLB) polio usai ditemukannya satu kasus pada anak usia 7 tahun 2 bulan di Kabupaten Pidie, Aceh.

84