Home Ekonomi Usai Gelar Jambore Penyuluh Pertanian, Kementan Dorong Swasembada Pangan

Usai Gelar Jambore Penyuluh Pertanian, Kementan Dorong Swasembada Pangan

Jakarta, Gatra.com - Usai gelar Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2023 di Provinsi Sulawesi Tengah selama tiga hari (6 - 7 November 2023) di Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kementerian Pertanian berharap bisa seger amenaikkan kembali produktivitas hasil pertanian.

Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2023 yang dihadiri oleh penyuluh pertanian serta stakeholder pertanian dari seluruh Indonesia, bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan motivasi serta meningkatkan keterampilan, wawasan dan jiwa diantara para penyuluh pertanian.

Selain itu juga kegiatan Jambore Penyuluh Pertanian yang meengusung tema "Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Keberhasilan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Penyangga Pangan Utama IKN", merupakan kesempatan berharga untuk mengevaluasi sejauh mana peran dan keberadaan penyuluh pertanian telah diterima oleh masyarakat, terutama petani di Sulawesi Tengah.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, hal terpenting setelah dirinya dilantik kembali sebagai Mentan adalah melakukan "konsolidasi" dengan tim di Kementan untuk memberikan solusi pada masalah-masalah di sektor pertanian.

Mentan Amran juga menekankan peran vital penyuluh pertanian dalam mendukung peningkatan produksi komoditas strategis khususnya padi, jagung dan kedelai. Karena tahun ini Kementan akan fokus pada produksi padi, jagung dan kedelai.

Selain itu Mentan Amran juga mengatakan bahwa kinerja Kementan sangat penting dalam meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ekspor.

Upaya ini dapat diwujudkan dengan peningkatan efisiensi melalui penerapan smart farming dan integrated farming ataupun ekstensifikasi, melalui program food estate serta program lain dari Kementan.

Sebelumnya, Mentan Amran saat membuka Jambore ini menegaskan, jika 50.000 penyuluh se Indonesia bergerak, maka persoalan pangan ke depan selesai. "Dalam waktu 2 sampai 3 tahun ke depan kita bisa swasembada, tidak impor pangan," katanya.

Untuk mencapai produksi padi setara 35 juta ton beras, Kementan beserta jajarannya akan melakukan optimalisasi penyuluh pertanian lapangan. "Untuk itu para penyuluh harus benar-benar dekat dan menjadi pendamping petani yang mampu mengantarkan dan mengawal kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian sampai tingkat petani," tegasnya seperti dikutip dari rilis yang diterima Gatra.com Selasa (7/10).

Mentan juga menekankan bahwa penyuluh harus benar-benar dekat dan menjadi pendamping petani yang mampu mengantarkan dan mengawal kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian sampai tingkat petani.

“Mulai dari penyaluran pupuk, memastikan penggunaan benih yang bermutu, penyaluran sarana dan prasarana produksi yang lain, pemanfaatan asuransi pertanian sehingga dapat mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian,"" tegasnya.

"Maka hal ini perlu didukung dengan penerapan metodologi penyuluhan yang tepat. Metodologi penyuluhan pertanian melalui transfer teknologi dengan sekolah lapang, demplot, demarea sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian," tambah Mentan Amran.

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura mengucapkan terimakasih kepada Mentan Amran atas kehadirannya untuk membuka Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2023.

Rusdi menuturkan bahwa sejak pasca Gempa pada 2018 yang lalu, Provinsi Sulawesi Tengah terus berbenah diri dan bangkit serta terus berupaya untuk melaksanakan kegiatan even Nasional untuk mempromosikan budaya wisata Sulawesi Tengah sebagai negeri 1000 megalit.

Rusdi mengatakan bahwa pertanian di Sulawesi Tengah masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya. Dimana Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu melansir ekspor komoditas pertanian Sulawesi Tengah sebesar 1.284 Ton dengan nilai 9,6 Milyar dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

"Satu dari tiga poin yang menjadi fokus Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023 ini adalah “produktivitas," ujarnya.

Maka, untuk mewujudkan produktivitas pembangunan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memiliki 6 proposal prioritas Pembangunan diataranya Pengembangan Kawasan Pangan Nusantara seluas 1.123,56 Ha di Kabupaten Donggala.

Rusdi menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai menggarap potensi pertanian dengan membuka Kawasan Pangan Nusantara yang kawasan pangan ini disiapkan untuk mengantisipasi krisis pangan global.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan peluncuran program Smart Village di Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi, dimana dengan ketersediaan sarana teknologi informasi di desa maka masyarakat yang umumnya merupakan petani dapat mengakses informasi mengenai bagaimana budidaya pertanian yang baik dan menghasilkan produksi yang berlimpah dengan kualitas tinggi.

Lewat smart village diharapkan dapat membuat warga desa cerdas, pintar, berprestasi dan maju sehingga dari desa akan ada loncatan maju untuk membangun Sulawesi Tengah. Untuk itu peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani sangat dibutuhkan, tegas Rusdi kembali.

Selain itu, berbagai pecapaian di sektor pertanian, seperti hasil Gabah Kering Panen (GKP) di Sulawesi Tengah mencapai 452.000 Ton atau 263.989 Ton beras pada pertengahan Tahun 2023.

“Melalui momentum pelaksanaan kegiatan Jambore Penyuluh diharapkan para Penyuluh Pertanian terus meningkatkan kapasitas dan profesionalismenya dalam mendampingi sahabat petani untuk meningkatkan produktivitas, memberikan informasi pasar dan teknologi, pengembangan diri sehingga menjadi pengelola usaha agribisnis yang handal dan mandiri”, ujar Rusdi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mendukung penuh Jambore Penyuluh Pertanian yang dilaksanakan dalam rangka membangkitkan semangat para penyuluh dalam melaksanakan tugas dilapangan.

"Penyuluh dan petani merupakan garda terdepan dalam pembangunan pertanian. Sebagai garda terdepan penyuluh dan petani harus memastikan, pangan tidak bersoal. Karena kita harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat," ungkap Dedi.

Dedi menambahkan, sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan bagi 273 juta jiwa, itu bukan hal yang mudah, penyuluh harus mampu menjadi sahabat dan pemberi solusi untuk petani, manfaatkan sumber daya yang ada, pengetahuan dan teknologi, karena penyuluh dan petani, tulang punggung bangsa, tambahnya.

"Jambore Penyuluh Pertanian juga merupakan kesempatan berharga untuk mengevaluasi sejauh mana peran dan keberadaan para penyuluh telah diterima oleh masyarakat, terutama para petani di Sulawesi Tengah. Ini merupakan momen penting untuk menunjukkan semangat dan dedikasi dalam membantu petani dan masyarakat di wilayah ini. Mari kita sukseskan Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2023 ini," ujar Dedi.

33