Home Gaya Hidup Kirab Syawalan di Bonbin Solo, 5.000 Ketupat Jadi Rebutan

Kirab Syawalan di Bonbin Solo, 5.000 Ketupat Jadi Rebutan

Solo, Gatra.com – Kebun binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, menggelar kirab Joko Tingkir sebagai puncak pekan Syawalan pada Minggu (9/6). Masyarakat berebut 5.000 ketupat yang dibuat khusus untuk perayaan tradisi ini.

Kirab dimulai di Kelurahan Pucang Sawit. Rombongan diawali dengan marching band yang berpakaian tradisional ala abdi dalam keraton. Mereka diikuti  barisan kereta yang ditumpangi Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo bersama jajaran Pemkot Solo. Prajurit keraton berseragam merah turut serta di belakangnya.

Baca Juga: Sambut Lailatul Qadar, Keraton Surakarta Gelar Kirab Malam Selikuran

Di ujung iring-iringan ini ada dua gunungan. Gunungan pertama berisi susunan ketupat. Gunungan kedua disusun dari hasil bumi berupa sayuran. Rombongan ini juga membawa jodang atau keranjang bambu berisi 5.000 ketupat.

”Alhamdulillah acara hari ini berlangsung dengan sukses dan lancar,” ucap Direktur TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso saat ditemui usai kirab, Minggu (9/6).

Kirab Syawalan ini menjadi tradisi yang digelar TSTJ sebagai bentuk penghormatan pada sosok Joko Tingkir. Dalam kegiatan ini TSTJ melibatkan sentana dalem atau keluarga Keraton Surakarta. Tokoh Jaka Tingkir di agenda ini bahkan diperankan oleh KGPH Mangkubumi, pangeran Keraton Solo.

Baca Juga: Kirab 1001 Tumpeng, Warga Solo Doakan Jokowi Amanah

Bukan hanya kirab, drama kolosal tentang legenda Joko Tingkir juga disajikan. Drama ini mengisahkan perjalanan pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Pajang tersebut.

Drama ini menjadi suguhan menarik bagi ribuan penonton setiap tahun. Rangkaian kirab dan drama ini selalu diakhiri dengan keriuhan warga berebut ketupat yang menandai puncak perayaan tradisi Syawala.

KGPH Mangkubumi mengatakan sangat bangga dan merasa terhormat memerankan Joko Tingkir. “Persiapan yang saya lakukan hanya sehari. Sedangkan terkait ritual, sebelumnya saya datang ke makam beliau,” ucap putra Raja Keraton Surakarta Paku Buwana XIII ini. 

 

 

 

 

539