Home Nasional Perpusnas Dukung Perpusda Jayapura sebagai Ruang Belajar Terbuka

Perpusnas Dukung Perpusda Jayapura sebagai Ruang Belajar Terbuka

Jayapura, Gatra.com – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando, mendukung usulan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hana Salomina Hikoyabi, untuk menjadikan Perpustakaan Dareah Umum Jayapura (Perpusda) sebagai ruang belajar terbuka.

“Para siswa bisa bergantian mendatangi perpustakaan sebagai bagian dari pengajaran dan pembelajaran,” katanya saat meresmikan gedung Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Jayapura, Selasa (11/4).

Menurutnya, kehadiran perpustakaan harus benar-benar dimaksimalkan, mengingat perpustakaan adalah universitas sejati saat ini, tempat menimba ilmu gratis, dan tidak memerlukan beasiswa atau apapun.

Baca Juga: Komisi X Dorong Anggaran Perpusnas Dinaikkan

“[Kami] mendukung program Merdeka Belajar,” kata Syarif melalui keterangan pers. Adapun gedung anyar Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Jayapura ini dibagun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2022.

Ia menjelaskan, peran perpustakaan dalam pengajaran dan pembelajaran ini sangat penting. Pasalnya, ilmu hanya bisa diperoleh dengan membaca sebagaimana pepatah Cina.

Pepatah itu, kata Syarif, jika Anda merencanakan satu tahun, tanamlah biji-bijian. Jika Anda merencanakan sepuluh tahun, tanamlah pohon-pohonan. Namun, jika Anda merencanakan seratus tahun hingga tak terbatas, maka ajari generasi Anda membaca.

Syarif lebih lanjut menyampaikan, banyak hasil-hasil penciptaan teknologi tinggi yang diperoleh lewat kemampuan membaca dan literasi. Itulah mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian khusus agar jangan sampai Indonesia terus mengekspor bahan baku.

Menurut Syarif, Presiden Jokowi memberikan pesan kepada generasi saat ini, yakni diharapkan mampu membuat produk hasil teknologi tinggi, sama seperti yang telah dilakukan negara-negara lain.

Hana menyampaikan, perkembangan dunia yang cepat membuat paradigma baru perputakaan, yakni perpustakaan bukan lagi sekadar kecakapan baca tulis. Perpustakaan sudah menjadi ruang terbuka dan berlatih keterampilan kerja yang berujung pada peningkatan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia (IPM).

Hal ini sejalan dengan RPJMD Kabupaten Jayapura di tahun 2023 yang menitikberatkan sasaran pada peningkatan kualitas SDM, tenaga pendidikan, dan literasi melalui pengembangan kualitas pendidikan kesetaraan sehingga diharapkan mencapai target indeks pendidikan.

“Literasi mampu menghadirkan kemandirian masyarakat. Oleh karena itu, pemkab akan melakukan upaya pendampingan dan penguatan terhadap perpustakaan, utamanya yang berada di kampung-kampung,” kata Hana. 

Konsep pembangunan manusia inklusi di dunia berbasis bagaimana setiap orang diberikan akses, menciptakan, serta memanfaatkan sumber-sumber informasi dan pengetahuan untuk keterampilan hiudpnya. Inti pembangunan manusia yang inklusi adalah berbasis perpustakaan.

“Jadi, salah besar kalau ada yang menganggap buat apa perpustaakaan ada,” ujar Adin Bondar, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas dalam talkshow brtajuk “Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM)”.

Baca Juga: Perpusnas Genjot Program TPBIS untuk Sejahterakan Masyarakat Termarjinalkan

Negara-negara maju di dunia tidak akan dikatakan berhasil jika tidak memiliki satu budaya yang hebat di dalamnya, yakni budaya gemar baca yang kuat. Ketika membaca, terjadi proses peralihan pengetahuan (transfer knowledge), kognisi meningkat, mampu berpikir terbuka, memiliki sikap inovasi sehingga mendorong etos kerja lebih produktif.

“Maka, manfaatkanlah perpustakaan. Teruslah membaca. Karena kemiskinan dan kebodohan itu tidak ada. Yang ada justru ketidakhadiran orang-orang yang berpengetahuan,” ujar Adin.

Talkshow PILM juga menghadirkan narasumber lain, yakni Rektor IAIN Fattahul Muluk Marwan SIleuw dan Pegiat Rumah Baca Yoboi Hanny Felle.

28