Home Politik Suasana Aksi di DPRD Sumut Mulai memanas

Suasana Aksi di DPRD Sumut Mulai memanas

Medan, Gatra.com – Hingga malam, pukul 22:00 wib aksi massa gabungan yang menolak hasil Pemilu 2019 di Sumatera Utara (Sumut) terus berlanjut, Aksi di depan gedung DPRD Sumut diikuti ribuan massa. Mereka masih tetap bertahan di jalan Imam Bonjol. Aksi mulai memanas karena adu mulut sesama pendemo.

Adumulut terjadi saat salah satu dari orator meminta massa membubarkan diri. Orator tersebut meminta agar demo dihentikan malam ini dan massa pulang. “Malam ini kita pulang dulu, karena besok akan ada aksi lagi," teriak koordinator mahasiswa saat berorasi.

Baca Juga: GNKR dan IMM Geruduk DPRD Sumut

Orator tersebut juga mengatakan bahwa dia tidak akan bertanggungjawab atas apa yang terjadi kepada mahasiswa apabila tetap bertahan. "Mahasiswa pulang dulu, kalau ada apa-apa saya tidak bertanggungjawab," katanya.

Mendengar pernyataan tersebut, sejumlah mahasiswa bereaksi keras. Mereka tidak terima diminta untuk pulang, karena tuntutan belum direspon. Adumulut sesama mahasiswa tidak terhindarkan, beruntung keributan tidak meluas. Hingga berita ini dikirimkan aksi Demo di gedung DPRD masih terus berlanjut.

Baca Juga: Gelar Aksi Lanjutan, Seribuan Massa GNKR Berkumpul di Sekitar Masjid Raya Medan Menuju DPRD Sumut

Dalam aksi tersebut, Dandim 0201/BS, Kolonel Yuda mencoba meredam amarah mahasiswa yang sempat memanas. Bahkan, Dandim naik ke mobil komando. Sayangnya, upaya Kolonel Yuda gagal. Mahasiswa yang tetap marah karena tidak satupun anggota DPRD Sumut yang menerima aspirasi masa. "Allahu Akbar, Allahu Akbar. Saya hadir disini untuk meminta adik-adik tenang, ini sudah malam, mari kita kembali ke rumah masing-masing," kata Yuda.

Baca Juga: Masa GNKR Sumut Tuntut Reformasi Jilid II

Setelah upaya Dandim gagal, giliran Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto yang melakukan dialog dengan masa. "Dari awal kami berusaha tetap menjaga semua aman, mulai dari aksi di Bawaslu sampai hari ini. Saya tidak mau ada keributan, karena saya cinta kalian semua," katanya.

Dia juga memilih untuk mati syahid. Tapi, saat ini dia memegang amanah atau jabatan. "Waktu kalian lempar kami diam, tidak melawan. Kami pakai tameng untuk melindungi diri," ucapnya.

Reporter: Putra TJ

512